Sabtu, 24 Februari 2018

Untai Kata


“Pada Siapa Aku Bertanya?”

Dunia yang diorasikan luas berupa hamparan
Berisi jutaan bahkan miliyaran insan
Tapi bagiku adalah ingkaran
Apa karena aku tak merasakan?
Hanya batin yang selalu hadir menjawab setiap pertanyaan
Untuk itu pada siapa aku bertanya?
Mungkin kah rumput yang bergoyang?
Atau kah angin berdesir yang memberi harapan?
Setiap kalimat-kalimat itu bagai sebuah lagu tak bernada
Harmoni nya terseret badai gundah gulana
Itulah asbab musabab ku tutup diri dengan tirai yang terlihat kusam
Sambil menggenggam tangan seolah ketakutan
Ilusi dan imajinasi tergambar jelas mencekam
Membekukan ekspektasi yang berusaha di eksplorasi
Untuk sekian kalinya
Pada siapa aku bertanya?
Bertanya yang maknanya meluapkan curahan
Curahan yang diharapkan terlampiaskan
Untuk terakhir kalinya
Pada siapa aku bertanya?

Untai Kiasan

“Ketika jiwa Terhentak”

Gelagat menjadi cermin sebuah sikap
Sikap  adalah  titik pusat temukan sejawat
Sejawat adakalanya tak tertangkap
Saat diri tertutup rapat
Maka muncul jiwa sarat tanya
Berjalan kian kesana kian kesini
Memecah teka-teki jawaban yang belum pasti
Semakin merunduk jawaban menghindari
Semakin menjulang jawaban pun pergi
Jiwa menelaah lebih namun tak sampai solusi
Hingga beribu tanya muncul setiap hari
Tetap juga tak menghasilkan jawaban yang pasti
Tunggu…..
Aku ingat sebuah kata berfilsafat
Oleh tokoh negeri pencipta pesawat
Beliau mencari jawaban ketika pikiran berkarat
Dari rumus yang ia dapat
Yaitu Fakta,Masalah, dan Solusi
Sejenak akal mencoba mendeskripsi
Dan ternyata hanya dua yang terisi
Sedang yang ketiga jawaban kembali lagi
Yaitu…..
Jiwa menelaah lebih namun tak sampai solusi

Reformasi Dikorupsi

Indonesia Negeri yang kaya akan budaya Kini tengah diselimuti banyak problematika Dari polemik RUU KPK,sampai karhutla Belum lagi selesa...